Showing posts with label Berita. Show all posts
Showing posts with label Berita. Show all posts

Sunday, May 15, 2016

Kelas Inspirasi Bandung Kembali Menggelar Pameran Foto

Bandung - Kelas Inspirasi Bandung kembali menggelar pameran foto yang ke 4 di Bandung Indah Plaza (BIP), Jalan Merdeka No. 556, Kota Bandung mulai tanggal 14 Mei 2016 - 22 Mei 2016.

Tujuan dilaksanakan pameran ini untuk mengapresiasi hasil foto dan video para dokumentator yang telah bergabung dalam pelaksanaan Kelas Inspirasi Bandung.

Pameran ini memamerkan 20 foto terbaik hasil kurasi oleh Galih Sedayu dan Dudi Sugandi dari ribuan foto yang terkumpul. Selain itu, pameran ini juga menampilkan foto esai dari setiap Sekolah Dasar (SD). Foto-foto tersebut merupakan foto yang diambil pada saat pelaksanaan hari Kelas Inspirasi pada tanggal  24 Februari 2016 yang dilaksanakan di 68 SD di Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan Kota Cimahi.

Konsep yang membedakan  pameran foto Kelas Inspirasi tahun ini dengan tahun sebelumnya yaitu setiap dokumentator menyerahkan foto pilihan dokumentator, foto esai, ebook, dan video. Selain dipamerkan, foto-foto tersebut akan dipublikasikan di website Kelas Inspirasi.

“Harapan kedepannya agar lebih banyak masyarakat yang tahu mengenai Kelas Inspirasi dan ikut terlibat dalam kegiatan Kelas Inspirasi tahun depan. Selain itu masyarakat yang ingin terlibat dan ingin membantu di dunia pendidikan itu mereka tidak harus menjadi sesuatu dulu, bisa melakukan hal kecil seperti yang dilakukan di Kelas Inspirasi.” Ujar Ibrahim Imadudin Islam (26), Koordinator Kelas Inspirasi, Minggu (15/5/2016).

Monday, May 9, 2016

Ridwan Kamil Umumkan Program Baru

Bandung - Pemerintah Kota Bandung meningkatkan pelayanan publik kepada warga Bandung.

Walikota Bandung, Ridwan Kamil membuat program baru untuk memudahkan warga Bandung dalam mengurus dokumen Kartu Tnda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK).

"Mulai Mei 2016 mendatang, dokumen kependudukan seperti KTP, KK dan yang lainnya akan dikirim ke rumah warga dengan menggunakan kurir bermotor gratis," ujar Walikota Bandung, Ridwan Kamil, dalam status Facebooknya, Rabu (13/4/2016). Hal tersebut diberi tanggapan positif oleh warga Bandung.

Terbukti komentar warga Bandung dalam status Ridwan Kamil yang mendukung dengan program tersebut.

Prabowo Subianto Rayakan Hari Jadi Gerindra

BANDUNG – Prabowo Subianto merayakan hari jadi yang ke 8 partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Sabtu (6/2/2016).

Ketua Gerindra, Prabowo Subianto mengatakan dalam status facebooknya bahwa partai Gerindra harus selalu setia kepada rakyat Indonesia, bendera merah putih, dan kepada republik Indonesia.

Prabowo Subianto berharap agar partai Gerindra tidak akan pernah takut berjalan sendiri.


“Kita harus selalu berpikir baik untuk bangsa dan negara kita, kita tetap bersahabat kepada seluruh anak bangsa, kita punya pemahaman yang benar, kita yang dari awal mengatakan bahwa harus menyelamatkan ekonomi Indonesia dengan melaksanakan pasal 33 UUD 1945,” ujar Ketua Gerindra, Prabowo Subianto, dalam status facebooknya.


Saat ini Indonesia berada di keadaan inflasi rendah tetapi harga bahan meningkat. Selain itu, gelombang PHK semakin meningkat.

Melihat keadaan seperti itu, Ketua Gerindra, Prabowo Subianto meminta agar masyarakat Indonesia harus berdaulat di bidang politik, berkepribadian di bidang budaya, serta berdikari di bidang ekonomi.


Ketua Gerindra, Prabowo Subianto menambahkan “saudara-saudara mari kita kaji kembali, para anggota DPR mari kita buka kembali UUD 1945. Kalau ini yang dijalankan terus, ujungnya Indonesia tidak akan punya apa-apa, karena itu kita harus terus meningkatkan pendidikan politik kepada kader-kader kita,”

Dudi Sugandi Gelar Pameran Foto

Bandung – Bandung Corner Exhabition menggelar pameran foto jurnalistik karya Dudi Sugandi di Novotel Hotel, Jalan Cihampelas, Kota Bandung. Pameran ini diselenggarakan tanggal 13 Maret sampai 19 Maret 2016.


Dudi Sugandi merangkum Bandung yang indah melalui Bandung Corner Exhabition.

Tujuan diselenggarakan pameran ini untuk menghadirkan segala keindahan kota Bandung dari berbagai sudut lain yang berbeda.


Dudi Sugandi mencoba menampilkan beragam objek Bandung Corner, mulai dari lanskap hingga profil warga dan komunitas.

Salah satu pendorong munculnya sudut-sudut kota Bandung yang enak dipandang melalui pembangunan infrastruktur kota di era kepemimpinan Walikota Ridwan Kamil.


Wednesday, May 4, 2016

Pertamina Sumbangkan Sepeda Untuk Siswa Bandung

Bandung - Pertamina membagikan 162 unit sepeda kepada Pemerintah Kota Bandung.

Sepeda tersebut untuk dibagikan kepada siswa yang kurang mampu di Kota Bandung.

Tujuan dibagikannya sepeda tersebut untuk mengurangi konsumsi bahan bakar kendaraan bermotor di Kota Kembang.

"Terima kasih untuk Pertamina yang sudah baik hati memberi ratusan bantuan sepeda untuk siswa tidak mampu di kota Bandung agar bisa Bike to School. Viva pertamax." Ujar Walikota Bandung, Ridwan Kamil, dalam status Facebooknya. Sabtu, (30/4/16).

"Recycle Yuk", Program Baru Ridwan Kamil

Bandung - Walikota Bandung, Ridwan Kamil mengadakan program "Recycle Yuk". Program ini dilakukan dengan cara menukar sampah non organik dengan bensin pertamax di SPBU Pertamina yang terdekat.

Setiap 1 Kg sampah non organik dihargai 1000 Rupiah. Jumlah sampah yang terkumpul diakumulasi agar dapat ditukarkan sesuai dengan harga bensin Pertamax.

"Warga Bandung, mulai sekarang tukarkan sampah non organik anda dengan pertamax di SPBU pertamina. 1 kg sampah/mantan dihargai Rp 1000. Ayo bertindak!." Ujar Walikota Bandung, Ridwan Kamil, dalam postingan instagramnya.

Program ini mendapat tanggapan positif dari warga Bandung. Terbukti dari komentar-komentar warga Bandung yang ikut mendukung dengan program tersebut.

Thursday, April 28, 2016

Aksi Damai Perempuan Indonesia Melawan Korupsi

Bandung – Perempuan Indonesia Anti Korupsi (PIA) menyelenggarakan aksi damai Jalin Keluarga Pemberantas Korupsi pada peringatan Hari Perempuan Internasional sedunia di Alun-alun Bandung, Minggu (8/3).

 Peringatan tersebut diramaikan oleh berbagai aksi seni berupa Jalin Kain Perca, Meditasi Bening, Lawan Korupsi dan Body Movement.
Aksi damai ini sebagai bentuk dukungan terhadap korupsi di Indonesia.

PIA Bandung melaksanakan pengumpulan ribuan lembar cap tangan #kainpercaKPK dari partisipasi masyarakat di beberapa kota di Indonesia seperti Bandung, Jakarta, Bali, Pare-pare, dan Makassar.

Aksi #kainpercaKPK ini merupakan rangkaian program edukasi yang dilakukan untuk membangkitkan kesadaran terhadap peran keluarga dalam memberantas dan mencegah tindakan korupsi.

PIA mengangkat isu perempuan sebagai tiang utama melawan korupsi, karena menurut teori psikologi dan sosiologi perempuan memiliki kecenderungan lebih taat aturan daripada laki-laki.

“Sebagai tokoh utama dalam keluarga maupun bermasyarakat, perempuan dipercaya dapat melakukan pencegahan tindakan korupsi dari keluarga. Inilah saatnya perempuan Indonesia bangkit bersama membangun kesadaran dan menegakkan kejujuran bangsa,” ujar Direktur Pembina Jaringan Kerja Antar Provinsi dan Instansi, Sujanarko.

Perempuan dianggap sebagai agen pencegahan korupsi yang luar biasa, karena memiliki standar perilaku etis dan kepedulian pada kepentingan umum yang lebih tinggi.

“Sebagai ibu, perempuan merupakan pendidik utama dan penentu arah perkembangan keluarga termasuk penanaman nilai-nilai kehidupan dan kejujuran,” tuturnya.

Aksi damai ini banyak menarik perhatian warga Bandung, khususnya mereka yang sedang berada di Alun-alun Bandung.

“Acara ini sangat bagus dan kreatif dari perempuan-perempuan yang ingin bergerak dalam penolakan anti korupsi dan harapan kedepannya semoga Indonesia lebih maju dan bias memberantas para koruptor tanpa pandang bulu,” ujar salah satu pengunjung, Siti (21).

Kelas Inspirasi Bandung Gelar Pameran Foto

Bandung - Masih dalam rangka memperkenalkan gerakan Kelas Inspirasi (KI) dan menumbuhkan kepedulian masyarakat di bidang pendidikan, Minggu (29/3) relawan KI Bandung menggelar acara pameran foto KI.

Acara pameran foto KI bertempat di Gedung Indonesia Menggugat, Jalan Perintis Kemerdekaan 5, Bandung.

Dalam acara tersebut dipamerkan 72  foto hasil karya relawan dokumentator dan 20 foto pilihan hasil kurasi oleh Galih Sedayu. Foto-foto tersebut merupakan foto yang diambil pada saat pelaksanaan hari KI pada tanggal  18 Februari 2015 yang dilaksanakan di 72 Sekolah Dasar (SD).

Tujuan di adakan KI untuk mengapresiasi relawan pengajar dan relawan dokumentator yang telah mendokumentasikan selama pelaksanaan KI.

“Kita berharap orang-orang yang tidak tahu kelas inspirasi akhirnya bisa tau dan mereka bisa lihat aktivitasnya lewat pameran KI ini dan ikut terlibat di tahun selanjutnya,” ujar koordinator pelaksana KI, Ibrahim Imaddudin Islam (25).

Para relawan KI turut mengambil peran dalam pendidikan anak bangsa dan  berbagi cerita yang dapat menumbuhkan cita. “Kita bisa langsung terjun langsung untuk memperlihatkan kepada pemerintah kondisi pendidikan kita dan memberi ilmu dan menginspirasi kepada murid-murid SD,” ujar relawan dokumentator, Agvi Firdaus (24).

Komunitas Fotografi Gelar Bandung Photo Showcase 2015

Bandung – Komunitas Fotografi Bungkus! Bandung Photography Now, KOMVNI Photo Collective dan Institut Francais Indonesia (IFI) berkolaborasi membuat acara perdana Bandung Photo Showcase yang di selenggarakan di berbagai tempat di Bandung dari 7 Maret hingga 29 Maret 2015.

Rangkaian acara dibangun dalam tiga aspek, yaitu pameran, diskusi, serta pendidikan.
Salah satu acara besarnya di Bandung Photo Showcase adalah pameran yang di gelar di Selasar Sunaryo Art Space. Pameran yang bertema Les Elegants ( orang-orang elegan ) adalah hasil karya Francoise Huguier, seorang fotografer dokumenter dan fesyen senior dari Perancis.

Pameran foto ini mengangkat tentang keadaan-keadaan di daerah Bandung. Pameran ini terbagi atas tiga seri, yaitu seri hijab, seri anak, dan seri komunitas metal.

Pada seri hijab Francoise Huguier ingin mengaitkan budaya model hijab dalam konteks adi busana khas Perancis. Fenomena hijab merepresentasikan adanya pencarian estetik sekaligus religius yang dicari oleh perempuan-perempuan muda. “Hijab sekarang bukan lagi jadi penutup aurat tetapi sudah menjadi fesyen,” ujar Programmer Selasar, Rani (24).

Dari fenomena tersebut Francoise Huguier meminta beberapa model perempuan berhijab tampil dalam beberapa pose di depan latar belakang yang bernuansa kitsch yang mewakili peradaban abad pertengahan di Eropa. Karya ini menggaris bawahi lapisan-lapisan paradoks yang ada di kepala Huguier saat melihat fenomena hijab.

Pameran Les Elegants tidak hanya memperlihatkan representasi historis dan sosiologis dari sebuah fenomena di Bandung yang ada di foto Huguier. Foto-foto tersebut mendokumentasikan bagaimana identitas tidak berada dalam wilayah yang ajeg dan konsisten.

Selain menampilkan hasil fotonya,  Huguier menampilkan slide show rangkuman foto-foto dari awal ia mendokumentasikan sampai sekarang. “mungkin dengan di adakan event ini bisa memunculkan para komunitas-komunitas, fotografer atau apapun yang bergerak di bidang foto bisa ikut bergabung dan semakin semarak” tuturnya.

Pameran Les Elegants ini menarik banyak perhatian pengunjung. “pameran ini sangat bagus karena lebih melihatkan karakter foto dari fotografernya. Semoga pameran ini sering diadakan,” ujar salah satu pengunjung, Reza (20).

Mahasiswa DKV Itenas Pamerkan Berbagai Produk Problem Solving

BANDUNG - Jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) di Institut Teknologi Nasional (ITENAS), Bandung, menggelar pameran How & Why Supermarket Design dari 23 Februari hingga 27 Februari 2015.

Tujuan diadakan pameran ini untuk lebih memahami keahlian para desiner visual yang sudah berkembang dan siap ditempatkan sebagai seorang problem solver di berbagai bidang.


Pameran digelar di lantai dasar gedung 19A DKV Itenas. Pameran ini menampilkan karya dari 52 peserta yang merupakan hasil berpikir selama empat bulan sebagai tugas akhir DKV. Terdapat empat kategori dalam pameran ini yaitu kesehatan, sosial, budaya, dan umum.

Konsep pameran How & Why Supermarket Design merupakan bentuk apresiasi pembelajaran, pemikiran, perancangan karya di DKV dan dirancang untuk kebutuhan masyarakat.

Melalui Pameran ini diharapkan agar masyarakat sekitar mengakui bahwa desainer adalah profesi. “Kebanyakan masyarakat memandang desainer itu seperti tukang gambar, tukang setting. Kita disini berpikir, belajar. Kita punya teori dan akhirnya berubah menjadi wujud visual itu sendiri,” ujar ketua pelaksana, Prinsa (21), Rabu (25/02/2015).


Salah satu karya yang dipamerkan adalah sebuah Mobile Apps. Keunggulan dari produk ini dapat diandalkan untuk mencari zona aman untuk berselancar, nearby, hotel, tempat makan dan informasi-informasi yang sangat lengkap untuk berlibur di kota Lombok, Nusa Tenggara Barat.

“Kalau mau liburan di kota Lombok dan ingin berselancar harus mencari tahu zona aman kepada masyarakat disana. Mereka akan menjawab kalau di kasih imbalan dulu. Saya melihat satu masalah ini dan dijadikan satu kesempatan bagi saya untuk membuat produk ini,” ujar pembuat Mobile Apps, Prabu (23).

Keanekaragaman produk Problem Solving yang dibuat oleh mahasiwa DKV menarik banyak perhatian pengunjung. “Harapan untuk pameran selanjutnya semakin eksis di Bandung dan bisa mengangkat nama DKV Itenas sendiri,” pungkasnya.

Pusat Kota Garut Bebas PKL

Jalan Ahmad Yani, Kota Garut, yang berada di pusat kota biasanya dipadati dengan Pedagangan Kaki Lima (PKL), terhitung lima hari sejak hari raya Idul Fitri sudah terbebas dari PKL dan arus lalu lintas menjadi menjadi lancar.

PKL direlokasi ke Gedung PKL yang berada di Jalan Guntur, Kota Garut. PKL yang menggunakan gerobak tidak direlokasi ke Gedung PKL, untuk sementara ditempatkan disekitar Gedung Islamic Center di Jalan Pramuka, Kota Garut.

Penertiban PKL dilaksanakan berdasarkan Perda No 2 tahun 1988 tentang Kebersihan, Keindahan, dan Ketertiban (K3).

“Pembongkaran PKL ini dilakukan ketika malam takbiran pukul 00.00 sudah ditiadakan hingga saat ini dan direlokasi ke Gedung PKL di Jalan Guntur,” ungkap Kabid Limnas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Permana (55), Rabu (22/07).

Relokasi PKL tidak dipungut biaya, tetapi akan ada biaya pemeliharaan gedung. Sejak Gedung PKL diresmikan pada Rabu 15 Juli 2015 baru sebagian PKL yang menempati gedung tersebut. “Sejak diresmikan harusnya PKL sudah memasuki gedung tersebut, tetapi sampai sekarang belum juga karena pendapat pedagang katanya masalah tempat berjualannya itu belum memadai,” jelasnya.

Puluhan Satpol PP disiagakan disepanjang Jalan Ahmad Yani, Kota Garut, guna menertibkan para PKL yang membandel. Penyiagaan Satpol PP akan terus dilaksanakan hingga PKL sepenuhnya sudah dipindahkan.

“Kami jajaran Satpol PP akan terus bersiaga selama para PKL belum semuanya masuk ke Gedung PKL, untuk para pedagang yang masih membandel, kami pihak Satpol PP akan menindak melalui Tindak Pidana Ringan (Tipiring), itu sanksi hukum selama tiga bulan,” pungkasnya.

Tarian Vijayakusumah Bentuk Intropeksi Generasi Muda Perempuan

Bandung – Dalam rangka memeringati Hari Perempuan Internasional, Suci Priwasa koreografer asal provinsi Riau menampilkan satu repertoar tari tunggal yang berjudul “Vijayakusumah” di Monumen eks menara jaga sel Banceuy, Bandung, Minggu (8/3).

Repertoar tari Vijayakusumah terinspirasi dari bunga langka yang bernama Wijayakusumah.

Tari ini merupakan bentuk intropeksi terhadap kondisi generasi muda perempuan sekarang.

Ada banyak tokoh perempuan yang dapat dijadikan suri tauladan seperti Inggit Garnasih, Dewi Sartika dan Rd Ayu Lasminingrat. “Mereka adalah perempuan luar biasa, pengorbanan dan jasa-jasa mereka adalah demi kehormatan dan harkat derajat kaum perempuan,” ujar Suci.

Spirit ketiga tokoh itu akan tumbuh mekar dan menebarkan harumnya bagi generasi muda perempuan sekarang. “Semangat dan jiwa ketiga tokoh tersebut belum tertanam pada generasi muda kaum perempuan jaman sekarang,” tambahnya.

Melalui pertunjukan ini Suci ingin menyampaikan pesan agar kaum perempun mempunyai kekuatan, kokoh dalam menjaga harga diri dan martabatnya. “Saya berharap perempuan di era masa kini mau menggali spirit para tokoh tadi agar menjadi perempuan yang lebih berkarakter dan berkepribadian,” pungkasnya.

Generasi muda perempuan jaman sekarang belum sepenuhnya sadar untuk belajar berkaca dari sejarah dan pengorbanan tiga tokoh itu “Di jaman yang serba bebas ini kaum perempuan harus mampu menjaga harkat martabatnya,” ujar penggagas Kelompok Anak Rakyat, Gatot Gunawan.

Objek Wisata Air Menjadi Pilihan Liburan Keluarga

Wisata air menjadi pilihan bagi masyarakat saat berlibur setelah lebaran. Seperti Darajat Pass yang berada di Jalan Darajat, Kecamatan Pasirwangi, Kabupaten Garut, menjadi salah satu tempat yang sering dikunjungi oleh wisatawan, karena menyuguhkan kolam air panas, udara sejuk dan keindahan alam.

Sebagian besar wisatawan datang dari Jakarta, Bandung, Cirebon dan Majalengka. Wisata air ini menjadi tujuan utama mengisi liburan bersama keluarga, dikarenakan lokasi yang tidak terlalu jauh dengan pusat kota serta biaya masuk yang relatif murah, hanya dengan membayar tiket masuk Rp 25.000, sudah bisa menikmati kepuasan bermain air.

Andry Muhamad Hidayat (26) selaku Operational Manager menyatakan wisatawan yang datang mengalami peningkatan daripada hari biasanya. “Hari ini aja kisaran sudah ada 1.500 wisatawan, pada tahun 2014 bisa mencapai 5.000 wisatawan. Tahun sekarang menurun karena ada beberapa objek wisata air juga ya,” jelasnya.

Pihak Darajat Pass pun menyediakan beberapa fasilitas untuk kenyamanan para wisatawan, seperti kebutuhan kesehatan, kebersihan, keamanan parkir, dan lifeguard. “Kalau ada apa-apa sudah ada yang standby dari Puskesmas, terus lifeguard juga sudah standby di kolam, takutnya kalau ada yang tenggelam bisa langsung ditolong,” ujarnya.

Salah satu wisatawan, Endang (48) warga Padalarang, Bandung, mengaku sengaja datang ke objek wisata air Darajat Pass karena mendengar cerita dari tetangganya yang sudah pernah datang. “Tempatnya sih bagus, nyaman. Tetapi kolam renangnya kecil, mungkin karena pengunjungnya banyak, jadi sempit. Semoga saja ke depannya bisa diperluas,” pungkasnya.

Pengrajin Kulit Ketupat Kebanjiran Pesanan

Pengrajin kulit ketupat mulai kebanjiran pesanan menjelang hari raya Idul Fitri. Para pengrajin mulai berjualan di Pasar Simpang, Bayongbong, Garut.

Isan (13), salah seorang pengrajin sekaligus penjual kulit ketupat asal Tasikmalaya mengatakan sudah 5 tahun ia menjadi penjual musiman di Pasar Simpang Bayongbong, Kabupaten Garut, untuk membantu ibunya.

“Sehari-hari saya pedagang asongan, pas mau lebaran kayak gini saya dibantu kakak membuat kulit ketupat dan juga ikut menjualnya. ujar pengrajin ketupat, Isan (13), Rabu (15/7). Menurutnya berjualan kulit ketupat di saat menjelang lebaran dapat meraup keuntungan yang besar. Karena itu, ia dan ketiga orang kakaknya rela meninggalkan pekerjaan sehari-hari demi membuat kulit ketupat.

Penghasilan dari menjual ketupat akan diberikan kepada Ibunya untuk kebutuhan lebaran.
Untuk bahan pembuat ketupat, ia membawanya dari Tasikmalaya. Satu ikat janur dapat menghasilkan 300 ketupat.

Dalam satu hari ia dapat memperoduksi 1.000 buah ketupat dibantu oleh tiga orang kakaknya. Ia menjual ketupat tersebut dengan harga Rp 500 perbuah. “Satu hari bisa langsung habis 1.000 buah dan penghasilan sehari bisa mendapat Rp 500.000,” tuturnya

Isan mengatakan, ramadhan tahun ini lebih banyak pembeli daripada tahun sebelumnya. “Semoga tahun ini lebih berkah dan semua kulit ketupat bisa terjual habis.” pungkasnya.

Gunung Papandayan Semakin Ramai Setelah Lebaran

Libur panjang setelah lebaran dimanfaatkan oleh para pecinta alam untuk mendaki Gunung Papandayan yang berada di Jalan Cisurupan, Kabupaten Garut.

Hutan mati serta pesona edelweis yang memikat, mampu menarik para pendaki untuk mengunjungi gunung yang pernah meletus di tahun 1772 ini.

“Setelah lebaran pengunjung yang datang lebih banyak dari tahun sebelumnya, mungkin karena sekarang kan banyak liburnya, jadi banyak yang datang kesini,” ungkap petugas Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), Uus (55), di Taman Wisata Alam (TWA) Papandayan Garut, Minggu (26/7).

Guna memberikan kenyamanan bagi para pengunjung, pihak pengelola TWA Papandayan menyediakan guide dan tim evakuasi. Untuk para pengunjung yang berkemah diminta untuk lebih mengutamakan keselamatan dan menjaga kebersihan. “Kita juga menyediakan trashbag untuk yang akan berkemah, terus nanti pulangnya dia sendiri yang harus membawanya,” tuturnya.

Sebelum menjamurnya trend mendaki di kalangan remaja, Gunung Papandayan hampir selalu sepi pengunjung. “Trend naik gunung sekarang lagi booming banget, beda sama dulu, Gunung Papandayan pasti sepi tanpa pendaki, sekarang mah mau hari apa aja pasti ada aja yang naik,” ungkap salah seorang pendaki, Widi Maulani (20)

Alun-alun Garut Jadi Tempat Favorit Ngabuburit

Alun-alun Garut menjadi tempat favorit ngabuburit warga Garut pada Ramadhan tahun ini. Ratusan warga berkumpul di alun-alun yang berhadapan dengan Mesjid Agung, mesjid besar di kota Garut hanya untuk bermain sambil menunggu berkumandangnya adzan magrib.

Banyaknya kuliner dan permainan di alun-alun seperti delman domba, ATV, dan becak mini menjadi alasan mengapa warga Garut memilih alun-alun sebagai tempat ngabuburit.

“Karena banyaknya permainan, anak saya jadi betah berlama-lama disini dan juga disini mah makanan dan minumannya murah-murah,“ ujar warga Hampor, Kecamatan Samarang, Kota Garut, Riskia (36), Selasa (14/07).

Para pengunjung menyayangkan mengenai tempat parkir yang tersedia di alun-alun ini tidak sepadan dengan jumlah pengunjung yang datang, sehingga seringkali terjadi kemacetan di sekitar jalan menuju alun-alun. Lahan parkir yang tersedia tidak cukup menampung kendaraan para pengunjung.

Setiap hari di bulan ramadhan, alun-alun Garut selalu menjadi tempat favorit warga Garut ngabuburit. “Semoga penataan alun-alun ini menjadi lebih tertata dengan baik, agar nantinya bisa memberikan kemudahan para pengunjung.” pungkasnya.

Jelang Ramadhan, Omzet Penjual Bunga Meningkat

Tradisi nyekar atau berziarah ke makam anggota keluarga membuat para penjual bunga tabur di Pasar Jagal, Garut mendapatkan keuntungan yang berlipat daripada berjualan di hari biasanya.

Bunga sedap malam dan bunga rampai yang biasa dijual dengan harga Rp 3.000 perbungkus naik menjadi Rp 10.000 perbungkus saat menjelang lebaran.

Jelang lebaran permintaan akan bunga tabur meningkat dari hari biasanya dan peluang besar bagi penjual bunga karena mendatangkan lebih banyak lagi dari produsen bunga.

“Mau ke lebaran mah banyak yang beli buat nyekar jadi jumlah pembeli bisa sampai 2x lipat dari biasanya,” ungkap penjual bunga, Dewi (42), di Pasar Jagal Garut, Selasa (14/07/2015).

Bunga yang dijual didatangkan dari Wanaraja. Mengingat tingginya permintaan, para penjual memasok bunga dalam jumlah yang banyak setip harinya. “Sekarang kan H-3 lebaran, pembeli akan semakin banyak, jadi harus ada stok bunga yang lebih agar tidak kepayahan memenuhi permintaan,” tuturnya.

Setiap tahun, dengan adanya tradisi nyekar ini memberikan berkah tersendiir bagi para penjual bunga tabur. “Semoga tahun ini penjualan lebih laris dan pendapatan lebih meningkat dari tahun sebelumnya.” pungkasnya.

Jelang Lebaran Pusat Kota Garut Macet

H-2 menjelang lebaran Hari Raya Idul Fitri 1436 Hijriah, kemacetan di pusat kota Garut mulai tak terhindarkan, Jalan Ahmad Yani, Garut. Kendaraan berplat nomor luar kota Garut mulai bermunculan. Para perantau yang pulang mudik berbondong-bondong datang ke pusat kota Garut bersama keluarga untuk berbelanja kebutuhan lebaran.

“Kami disini sudah dari H-7 dan kemacetan memang didominasi oleh kendaraan berplat nomor dari luar Garut, banyak perantau yang mudik. Setiap tahun selalu seperti ini,” ujar Polantas Garut, Brigadir Sandra (25), Rabu (15/7).

Arus lalu lintas pusat kota mulai bertambah padat sejak pagi hari dan mengalami penurunan ketika siang hari. Pusat kota akan kembali mengalami kepadatan pada sore hari. “Berdasarkan pengamatan kami, kepadatan kendaraan dimulai sejak pagi, lalu ketika siang hari akan sedikit terurai, mungkin karena cuaca yang terik,” tuturnya.

Selain banyaknya jumlah kendaraan, adanya pedagang kaki lima di sepanjang Jalan Ahmad Yani menjadi salah satu penyebab terjadinya kemacetan. Pihak kepolisian pun tidak bisa berbuat banyak guna menangani masalah tersebut.

“Kami pihak kepolisian tidak bisa berbuat banyak mengenai pedagang kaki lima, karena masalah pedagang kaki sendiri bukan wewenang kami,” tuturnya.

Untuk menghindari kemacetan pada tahun berikutnya, para pedagang kaki lima akan segera direlokasikan ke pasar modern yang berada di Jalan Guntur. “Pemerintah kabupaten Garut sedang membangun pasar modern yang diperuntukan bagi pedagang kaki lima di sepanjang Jalan Ahmad Yani agar tidak membuat kemacetan seperti ini,” pungkasnya.

Rancaekek Kembali Diterjang Banjir

BANDUNG – Banjir kembali menyapa warga Rancaekek, Bandung. Hujan yang turun dengan intensitas tinggi membuat Rancaekek menjadi semrawut.

Sebagai jalan utama yang menghubungkan semua jalur dari arah Jakarta, Bandung, menuju Garut dan Tasikmalaya itu tergenang air dengan ketinggian sekitar 40 centimeter dengan arus yang cukup deras.

Hari Rabu itu menjadi hari kelabu bagi warga Rancaekek. Karena semua orang dibuat repot akibat banjir. Para pengendara pun nekad menembus banjir. Banyak pengendara yang kendaraannya mogok, akibatnya motor terpaksa harus di dorong dengan bantuan warga sekitar dan mobil yang mogok tidak bisa lewati banjir.

Pihak kepolisian memperkirakan bahwa air terjadi akibat air tidak terbuang dengan sempurna ke aliran sungai karena tersendat oleh sampah di selokan-selokan dekat pabrik. Selain karena intensitas hujan yang tinggi, di duga air kiriman dari Sumedang menjadi salah satu penyebab tejadinya banjir. Sumedang merupakan daerah yang serapan airnya sedang kritis. Setiap turun hujan dengan intensitas tinggi, dalam waktu 30 menit dapat dipastikan Rancaekek akan tergenang air.

Belum ada tindakan yang nyata dari instansi yang terkait menangani masalah saluran air di daerah ini. Sehingga setiap hujan turun tidak ada solusi yang kongkrit untuk mengatasi banjir yang terjadi.

“Di tempat kita ini banyak arsitek dan insinyur hebat, kalau hanya untuk jalan dan saluran air seperti ini masa tidak ada solusinya. Warga dapat melihat siapa yang ada di jalanan ketika banjir datang. Kami dari kepolisian sekuat tenaga dari pagi sampai malam sudah melakukan penarikan,” ujar Inspektur satu, H. Ibnu Romli (34). Rabu (18/2).

Polisi melakukan penarikan ke arah Barat karena para pengguna motor yang melawan arus. Para pengguna motor belum sadar akan bahaya melawan arus. Pihak kepolisian tidak melakukan penindakan akan kasus seperti ini. Dalam situasi seperti ini polisi cenderung mengevakuasi untuk melancarkan arus lalu lintas.

“Masyarakat sendiri belum sadar yang akan kita lakukan. Mereka dengan semena-mena melawan arus, sedangkan melawan arus itu adalah melawan hukum,” tuturnya.

Pihak kepolisan berharap kepada pemerintah khususnya instansi yang terkait menangani masalah saluran air agar segera diatasi.

“Silahkan lakukan tindakan nyata dan tidak hanya janji-janji. Silahkan action jangan hanya rencana-rencana tapi dari dulu perencanaan tetap saja begini.” Pungkasnya.

Palang Pintu Otomatis Tidak Efisien

BANDUNG – Sistem palang pintu otomatis yang diterapkan oleh UIN Sunan Gunung Djati Bandung sejak akhir November 2014 lalu untuk sementara tidak diaktifkan. Hal ini dilakukan karena ketidakefesienan pengambilan tiket tomatis yang akhirnya menimbulkan antrian panjang kemacetan.

Ketidakefisienan sistem parkir ini juga terlihat dari masih tidak tertatanya lahan parkir sehingga banyak area terbuka mahasiswa yang dijadikan tempat parkir. “Sistemnya sudah bagus, tapi masih belum efisien. Kita bayar parkir tapi belum ada lahan khusus untuk parkir,” ujar Wawan , salah satu Mahasiswa Jurnalistik sebagai pengendara, Selasa (3/2).

Untuk menyiasati hal tersebut, saat ini petugas parkir memberikan tiket parkir secara manual lalu menginput sendiri ke dalam komputer. “Kemarin kita sempat mengotomatiskan sistem parkir tetapi malah mengakibatkan kemacetan,” ujar Emmanuel Chrystmas, selaku Manager Area Trustparking UIN, Senin (2/2).

Demi keefisienan pengambilan tiket parkir, kedepannya Trustparking akan menerapkan sistem member card. “Sistem bayarnya satu bulan sekali seharga tiga puluh ribu rupiah,” ujar pria yang akrab disapa Nuel ini.

Lebih lanjut Nuel menambahkan, untuk membuat member card pihak Trustparking akan bekerjasama dengan Koperasi UIN Bandung. Anggaran pembayaran parkir tersebut akan difungsikan untuk pelayanan infrastruktur yang berkaitan dengan parkir.

Selain untuk pembayaran parkir, member card tersebut berguna untuk keamanan kendaraan pengguna. “Di dalam member card tersebut telah tercantum data-data pengendara meliputi plat nomor, warna kendaraan, dan foto pemilik kendaran,” pungkasnya.