Thursday, April 28, 2016

Objek Wisata Air Menjadi Pilihan Liburan Keluarga

Wisata air menjadi pilihan bagi masyarakat saat berlibur setelah lebaran. Seperti Darajat Pass yang berada di Jalan Darajat, Kecamatan Pasirwangi, Kabupaten Garut, menjadi salah satu tempat yang sering dikunjungi oleh wisatawan, karena menyuguhkan kolam air panas, udara sejuk dan keindahan alam.

Sebagian besar wisatawan datang dari Jakarta, Bandung, Cirebon dan Majalengka. Wisata air ini menjadi tujuan utama mengisi liburan bersama keluarga, dikarenakan lokasi yang tidak terlalu jauh dengan pusat kota serta biaya masuk yang relatif murah, hanya dengan membayar tiket masuk Rp 25.000, sudah bisa menikmati kepuasan bermain air.

Andry Muhamad Hidayat (26) selaku Operational Manager menyatakan wisatawan yang datang mengalami peningkatan daripada hari biasanya. “Hari ini aja kisaran sudah ada 1.500 wisatawan, pada tahun 2014 bisa mencapai 5.000 wisatawan. Tahun sekarang menurun karena ada beberapa objek wisata air juga ya,” jelasnya.

Pihak Darajat Pass pun menyediakan beberapa fasilitas untuk kenyamanan para wisatawan, seperti kebutuhan kesehatan, kebersihan, keamanan parkir, dan lifeguard. “Kalau ada apa-apa sudah ada yang standby dari Puskesmas, terus lifeguard juga sudah standby di kolam, takutnya kalau ada yang tenggelam bisa langsung ditolong,” ujarnya.

Salah satu wisatawan, Endang (48) warga Padalarang, Bandung, mengaku sengaja datang ke objek wisata air Darajat Pass karena mendengar cerita dari tetangganya yang sudah pernah datang. “Tempatnya sih bagus, nyaman. Tetapi kolam renangnya kecil, mungkin karena pengunjungnya banyak, jadi sempit. Semoga saja ke depannya bisa diperluas,” pungkasnya.

Pengrajin Kulit Ketupat Kebanjiran Pesanan

Pengrajin kulit ketupat mulai kebanjiran pesanan menjelang hari raya Idul Fitri. Para pengrajin mulai berjualan di Pasar Simpang, Bayongbong, Garut.

Isan (13), salah seorang pengrajin sekaligus penjual kulit ketupat asal Tasikmalaya mengatakan sudah 5 tahun ia menjadi penjual musiman di Pasar Simpang Bayongbong, Kabupaten Garut, untuk membantu ibunya.

“Sehari-hari saya pedagang asongan, pas mau lebaran kayak gini saya dibantu kakak membuat kulit ketupat dan juga ikut menjualnya. ujar pengrajin ketupat, Isan (13), Rabu (15/7). Menurutnya berjualan kulit ketupat di saat menjelang lebaran dapat meraup keuntungan yang besar. Karena itu, ia dan ketiga orang kakaknya rela meninggalkan pekerjaan sehari-hari demi membuat kulit ketupat.

Penghasilan dari menjual ketupat akan diberikan kepada Ibunya untuk kebutuhan lebaran.
Untuk bahan pembuat ketupat, ia membawanya dari Tasikmalaya. Satu ikat janur dapat menghasilkan 300 ketupat.

Dalam satu hari ia dapat memperoduksi 1.000 buah ketupat dibantu oleh tiga orang kakaknya. Ia menjual ketupat tersebut dengan harga Rp 500 perbuah. “Satu hari bisa langsung habis 1.000 buah dan penghasilan sehari bisa mendapat Rp 500.000,” tuturnya

Isan mengatakan, ramadhan tahun ini lebih banyak pembeli daripada tahun sebelumnya. “Semoga tahun ini lebih berkah dan semua kulit ketupat bisa terjual habis.” pungkasnya.

Gunung Papandayan Semakin Ramai Setelah Lebaran

Libur panjang setelah lebaran dimanfaatkan oleh para pecinta alam untuk mendaki Gunung Papandayan yang berada di Jalan Cisurupan, Kabupaten Garut.

Hutan mati serta pesona edelweis yang memikat, mampu menarik para pendaki untuk mengunjungi gunung yang pernah meletus di tahun 1772 ini.

“Setelah lebaran pengunjung yang datang lebih banyak dari tahun sebelumnya, mungkin karena sekarang kan banyak liburnya, jadi banyak yang datang kesini,” ungkap petugas Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), Uus (55), di Taman Wisata Alam (TWA) Papandayan Garut, Minggu (26/7).

Guna memberikan kenyamanan bagi para pengunjung, pihak pengelola TWA Papandayan menyediakan guide dan tim evakuasi. Untuk para pengunjung yang berkemah diminta untuk lebih mengutamakan keselamatan dan menjaga kebersihan. “Kita juga menyediakan trashbag untuk yang akan berkemah, terus nanti pulangnya dia sendiri yang harus membawanya,” tuturnya.

Sebelum menjamurnya trend mendaki di kalangan remaja, Gunung Papandayan hampir selalu sepi pengunjung. “Trend naik gunung sekarang lagi booming banget, beda sama dulu, Gunung Papandayan pasti sepi tanpa pendaki, sekarang mah mau hari apa aja pasti ada aja yang naik,” ungkap salah seorang pendaki, Widi Maulani (20)

Alun-alun Garut Jadi Tempat Favorit Ngabuburit

Alun-alun Garut menjadi tempat favorit ngabuburit warga Garut pada Ramadhan tahun ini. Ratusan warga berkumpul di alun-alun yang berhadapan dengan Mesjid Agung, mesjid besar di kota Garut hanya untuk bermain sambil menunggu berkumandangnya adzan magrib.

Banyaknya kuliner dan permainan di alun-alun seperti delman domba, ATV, dan becak mini menjadi alasan mengapa warga Garut memilih alun-alun sebagai tempat ngabuburit.

“Karena banyaknya permainan, anak saya jadi betah berlama-lama disini dan juga disini mah makanan dan minumannya murah-murah,“ ujar warga Hampor, Kecamatan Samarang, Kota Garut, Riskia (36), Selasa (14/07).

Para pengunjung menyayangkan mengenai tempat parkir yang tersedia di alun-alun ini tidak sepadan dengan jumlah pengunjung yang datang, sehingga seringkali terjadi kemacetan di sekitar jalan menuju alun-alun. Lahan parkir yang tersedia tidak cukup menampung kendaraan para pengunjung.

Setiap hari di bulan ramadhan, alun-alun Garut selalu menjadi tempat favorit warga Garut ngabuburit. “Semoga penataan alun-alun ini menjadi lebih tertata dengan baik, agar nantinya bisa memberikan kemudahan para pengunjung.” pungkasnya.

Jelang Ramadhan, Omzet Penjual Bunga Meningkat

Tradisi nyekar atau berziarah ke makam anggota keluarga membuat para penjual bunga tabur di Pasar Jagal, Garut mendapatkan keuntungan yang berlipat daripada berjualan di hari biasanya.

Bunga sedap malam dan bunga rampai yang biasa dijual dengan harga Rp 3.000 perbungkus naik menjadi Rp 10.000 perbungkus saat menjelang lebaran.

Jelang lebaran permintaan akan bunga tabur meningkat dari hari biasanya dan peluang besar bagi penjual bunga karena mendatangkan lebih banyak lagi dari produsen bunga.

“Mau ke lebaran mah banyak yang beli buat nyekar jadi jumlah pembeli bisa sampai 2x lipat dari biasanya,” ungkap penjual bunga, Dewi (42), di Pasar Jagal Garut, Selasa (14/07/2015).

Bunga yang dijual didatangkan dari Wanaraja. Mengingat tingginya permintaan, para penjual memasok bunga dalam jumlah yang banyak setip harinya. “Sekarang kan H-3 lebaran, pembeli akan semakin banyak, jadi harus ada stok bunga yang lebih agar tidak kepayahan memenuhi permintaan,” tuturnya.

Setiap tahun, dengan adanya tradisi nyekar ini memberikan berkah tersendiir bagi para penjual bunga tabur. “Semoga tahun ini penjualan lebih laris dan pendapatan lebih meningkat dari tahun sebelumnya.” pungkasnya.